Selasa, 12 Juni 2012

Jangan di Lepas Sayang...


Gadis A :”Mau kemana dek ?”
Gadis B :”Mau jalan-jalan Mbak...”
Gadis A :”emm.loh,mana jilbabnya..? ”
Gadis B :”Belum siap harus pakai jilbab setiap keluar, pakainya kalau ke kampus aja.toh percuma juga,kalo pakainya karena paksaan...”
Gadis A :”.....? “(geleng kepala)

Begitulah salah satu alasan yang sering  terdengar ketika kita menanyakan prihal jilbabnya yang masih belum tersingkap sempurna.Mungkin sebagian dari kita menganggap perkara jilbab sebagai suatu ibadah sunah yang bila dikerjakan mendapat pahala dan bila ditinggalkan tidak berdosa.Padahal kalau kita bercermin pada firman Allah surat al-Ahzab ayat 59 :
“ Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu,anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin,Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.Yang demikian itu agar mereka lebih muda untuk dikenali,sehingga tidak diganggu.Dan Allah Maha Pengampun,Maha Penyayang .”

Sangat jelas bahwa perintah memakai jilbab adalah suatu kewajiban yang diperintahkan Allah melalui perantara Nabinya yang tertulis dalam KitabNya.Yang namanya “WAJIB” berarti tidak ada kata  “TIDAK SIAP” untuk melaksanakannya. Lagi-lagi alasan paksaan. Jilbab sama wajibnya dengan ibadah sholat 5 waktu. Jilbab bisa dianalogikan dengan sholat. Kalau saja orang tua kita tidak membiasakan kita atau mungkin memaksakan kita (ketika masih anak-anak, lagi bandel-bandelnya) untuk sholat,mungkin kita tidak akan sholat sampai sekarang kecuali orang yang telah faham akan perintah dan kewajiban sholat.
Ada seorang teman yang bilang begini,”saya akan berjilbab di usia segini, ketika sudah kerja.Kalau sekarang masih belum siap,terus koleksi baju lengan panjang dan rok pun hanya beberapa potong.Kasian juga tuh baju pendek,dan celana jins saya masih baru semua”.Astagfirullah,,(tepok jidat).
Pertanyaannya,siapakah yang bisa jamin kalau kita masih bernapas di usia itu..? Mungkin saja esok,hari ini,atau 5 menit lagi,bahkan 1 detik lagi kita telah is death.Lantas apa yang bisa kita lakukan kalau ajal telah datang...? Tidak ada.
Hanya penyesalan yang tersisa dan engkau berada dalam kerugian

**
Saudariku yang kucintai karena Allah,,,
Mari sama-sama belajar untuk berjilbab,komitmenlah dengan jilbabmu duhai Ukhti cantik dan Jangan Pernah di Lepas lagi Sayang...
Sungguh aku tak rela,mereka (yang tak halal bagimu) dengan bebas memandang,menikmati indahnya setiap lekukan tubuhmu.Kau begitu mahal dan berharga,makanya di tutup sayang.
Tidak akan rugi bila kau berjilbab,karena sungguh jilbabmu-lah yang akan menjagamu dari gangguan laki-laki yang tak bertanggung jawab dan kamu akan lebih dihargai.Engkau akan terlihat cantik,anggun dan mempesona dengan balutan jilbabmu.

Ukhti,,,
Jangan marah bila ada yang menegur kesalahanmu, bersyukurlah karena mereka peduli dan sayang padamu.^_^

“Teguran adalah ungkapan sayang yang sejati seorang saudara terhadap saudaranya yang terjebak dalam kesalahan. Cinta karena Allah, & benci pun karena Allah.
Kalau bukan karena cinta, mungkin ia tak akan pernah menegur”

“Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya.
Apabila melihat aib padanya, dia segera memperbaikinya.” (HR. Al-Bukhari).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar