Gadis
A :”Mau kemana dek ?”
Gadis
B :”Mau jalan-jalan Mbak...”
Gadis
A :”emm.loh,mana jilbabnya..? ”
Gadis
B :”Belum siap harus pakai jilbab setiap keluar, pakainya kalau ke kampus aja.toh percuma juga,kalo
pakainya karena paksaan...”
Gadis
A :”.....? “(geleng kepala)
Begitulah salah satu alasan yang sering terdengar ketika kita menanyakan prihal
jilbabnya yang masih belum tersingkap sempurna.Mungkin sebagian dari kita
menganggap perkara jilbab sebagai suatu ibadah sunah yang bila dikerjakan
mendapat pahala dan bila ditinggalkan tidak berdosa.Padahal kalau kita bercermin
pada firman Allah surat al-Ahzab ayat 59 :
“ Wahai
Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu,anak-anak perempuanmu dan istri-istri
orang mukmin,Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.Yang
demikian itu agar mereka lebih muda untuk dikenali,sehingga tidak diganggu.Dan
Allah Maha Pengampun,Maha Penyayang .”
Sangat jelas bahwa perintah memakai jilbab adalah suatu
kewajiban yang diperintahkan Allah melalui perantara Nabinya yang tertulis
dalam KitabNya.Yang namanya “WAJIB” berarti tidak ada kata “TIDAK SIAP” untuk melaksanakannya. Lagi-lagi
alasan paksaan. Jilbab sama wajibnya dengan ibadah sholat 5 waktu. Jilbab bisa
dianalogikan dengan sholat. Kalau saja orang tua kita tidak membiasakan kita
atau mungkin memaksakan kita (ketika masih anak-anak, lagi bandel-bandelnya)
untuk sholat,mungkin kita tidak akan sholat sampai sekarang kecuali orang yang
telah faham akan perintah dan kewajiban sholat.
Ada
seorang teman yang bilang begini,”saya
akan berjilbab di usia segini, ketika sudah kerja.Kalau sekarang masih belum
siap,terus koleksi baju lengan panjang dan rok pun hanya beberapa potong.Kasian
juga tuh baju pendek,dan celana jins saya masih baru semua”.Astagfirullah,,(tepok
jidat).
Pertanyaannya,siapakah
yang bisa jamin kalau kita masih bernapas di usia itu..? Mungkin saja esok,hari
ini,atau 5 menit lagi,bahkan 1 detik lagi kita telah is death.Lantas apa
yang bisa kita lakukan kalau ajal telah datang...? Tidak ada.
Hanya
penyesalan yang tersisa dan engkau berada dalam kerugian
**
Saudariku
yang kucintai karena Allah,,,
Mari
sama-sama belajar untuk berjilbab,komitmenlah dengan jilbabmu duhai Ukhti
cantik dan Jangan Pernah di Lepas lagi Sayang...
Sungguh
aku tak rela,mereka (yang tak halal bagimu) dengan bebas memandang,menikmati
indahnya setiap lekukan tubuhmu.Kau begitu mahal dan berharga,makanya di tutup
sayang.
Tidak
akan rugi bila kau berjilbab,karena sungguh jilbabmu-lah yang akan menjagamu
dari gangguan laki-laki yang tak bertanggung jawab dan kamu akan lebih dihargai.Engkau
akan terlihat cantik,anggun dan mempesona dengan balutan jilbabmu.
Ukhti,,,
Jangan
marah bila ada yang menegur kesalahanmu, bersyukurlah karena mereka peduli dan
sayang padamu.^_^
“Teguran
adalah ungkapan sayang yang sejati seorang saudara terhadap saudaranya yang
terjebak dalam kesalahan. Cinta karena Allah, & benci pun karena Allah.
Kalau
bukan karena cinta, mungkin ia tak akan pernah menegur”
“Seorang
mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar