Ketika kita ditanya tentang perihal seorang sahabat, pasti sederatan nama akan terucap di lisan kita, menyebut nama sahabat kita satu persatu si Fatimah, si Zahra, si Asma, si Anisa, dan nama sahabat2 yang lain. Sebenarnya arti dan sosok “sahabat ” itu gmna sih..?
Sahabat... dia adalah teman curhat yang selalu ada bersama kita disaat dan dalam kondisi apapun,sedih, galau, susah, dan bahagia. Dia yang menegur dan mengingatkan ketika kita salah haluan, dia yang akan mngulurkan tangannya ketika kita membutuhkan pertolongan. Dia yang peka dengan kondisi kita. Sejatinya dia yang akan menopang dan memegang tangan kita ketika kita tertatih. Itulah gambaran seorang sahabat.
Ukhti,maukah engkau ku beritahu siapa sahabat yang memiliki kriteria itu?
Dia seorang apoteker yang mampu meramu obat anti galaumu, dia
juga seorang psikiater untuk segala masalahmu. Dia juga seorang guide, dia memiliki peta dan kompas yang
akan menunjukkan kemana kamu harus melangkah. Ketika kau bersamanya kau akan merasa
nyaman, mendamaikan, menentramkan jiwamu. Ketika kau marah dia mampu meredam
emosimu. Dia seorang guru yang hebat, yang akan membuatmu cerdas dengan ilmu
yang dimilikinya. Tapi siapakah dia..?
Dia bernama Al-qur’an ^_^
Al-qur’an adalah obat anti galau paling mujarab yang nggak dijual di apotek manapun di seantero jagad raya, yang gak ada istilah over dosis jika dikonsumsi setiap waktu. Malah disarankan lho yaa... :) Alqur’an juga yang akan meramaikan, menerangi ketika kamu berada di rumah sempit, sepi dan gelap itu. Rumah liang kuburmu esok.
Tanyakan ke pribadi kita masing2, adakah kita sering galau? Jika iya, maka bisa dipastikan kita kurang interaksi dengan al-quran. Tak dipungkiri, realitanya masyarakat kita saat ini, bahkan termasuk kita pribadi banyak yang meninggalkan al-quran. Al-qur’an dibaca sekali seminggu, hanya di malam jum’at dan surahnya itu2 aja, surah Yasiin. Lha, trus surah yang lain kapan dibacanya? #tepok jidat.
Atau bahkan al-qur’an hanya dibuka ketika ada keluarga yang
meninggal dunia. Astagfirullah. Alqur’an itu untuk dibaca, diamalkan. Bukan
pajangan yang melengkapi koleksi kitab di rak buku, bukan juga sebagai jimat
yang tersimpan rapi di atas lemari untuk menangkal jin, syaitan dan sejenisnya.
Bagi seorang mukmin, interaksi dengan al-qur’an (membaca, mendengar, menghafal dan mengamalkan) adalah ciri2 mukmin yang bertakwa. Sebuah hadist meriwatkan bahwa :
Seseorang tidak ditanya tentang dirinya
melainkan Al-Qur’an. Siapa yang mencintai Al-Qur’an berarti dia mencintai Allah
dan Rasul-Nya (Ibn Mas’ud)
Pertanyaan untukku, dan untukmu, untuk kita semua :
“Sudahkah kita
berinteraksi dengan al-qur’an hari ini?”
Jika jawabannya belum, maka segera
lakukan interaksi dan lakukan PeDeKaTe dengannya. Jika jawabannya sudah, seberapakah dekatkah kita dengannya? Atau mungkin kita lebih
dekat dengan diary (buku harian) kita? Berapa kali kau membuka alqur’an dalam
sehari? Adakah 5 kali atau adakah kita menghabiskan satu halaman per hari?
Ukhti,akhi,,jadikan ia sahabatmu, sahabat paling dekat denganmu. Sungguh kau tidak akan rugi bersahabat dengannya, kau tidak akan rugi membersamainya dan jika kau habiskan waktumu bersamanya. Demi Allah, sungguh kau tak akan rugi sedikitpun. Dia yang akan menolong dan meyelamatkan mu di hari pembalasan kelak.
***
Semoga tulisan ini bisa menjadi renungan untuk saya pribadi (yang menulis) dan
yang membacanya. Tidak bermaksud menggurui, hanya ingin mengajak saudara2 ku
untuk membenahi dan meningkatkan kualitas diri. Afwan dengan segala kekurangan
dan ketidakruntutannya. Afwan jiddan jika ada kata2 yang menyinggung dan
melukai, karena memang keterbatasan penulis yang tidak pandai meramu kata. Semoga
bermanfaat :)
@fh
